Lovian Inc

Procrastinate dan Kemalasan, Beda atau Sama?

Procrastinate dan Kemalasan, Beda atau Sama?

Lovian Inc, November 2021 — Hai Lovians! Pernah gak sih kamu punya banyak tugas yang mepet deadline, tapi kamu malah memilih untuk bersantai sambil menunggu mood yang tepat untuk menyelesaikan tugas kamu? Atau kamu hanya membaca tugas yang kamu miliki berulang kali tanpa membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan.


Ternyata kamu itu bukan pemalas loh, tapi kamu adalah procrastinator atau penunda.


Procrastination atau sifat menunda-nunda sering disamakan dengan kemalasan, tapi ternyata keduanya memiliki pengertian yang berbeda!


Procrastinate adalah kebiasaan menunda tugas penting, biasanya kamu hanya berfokus pada kegiatan lain yang lebih mudah atau menyenangkan, daripada menyelesaikan tugas yang kamu tahu itu seharusnya dilakukan. Sebaliknya, kemalasan menunjukkan sikap apatis, tidak aktif, dan keengganan untuk bertindak.


Tapi tetap saja, keduanya memiliki pengaruh yang tidak baik untuk kamu, karena Procrastinate dapat membatasi potensi kamu, bahkan menyebabkan depresi dan kehilangan pekerjaan. Jadi, sangat penting untuk mengambil langkah proaktif untuk mencegahnya. Berikut adalah strategi yang bisa kamu praktikkan.

  1. Maafkan diri kamu karena menunda-nunda di masa lalu.
    Studi menunjukkan bahwa memaafkan diri sendiri dapat membantu kamu merasa lebih positif tentang diri sendiri dan mengurangi kemungkinan penundaan di masa depan.
  2. Berkomitmen pada tugas.
    Fokus pada tindakan, bukan menghindari. Tuliskan tugas yang harus kamu selesaikan, dan tentukan waktu untuk melakukannya. Ini akan membantu kamu untuk secara proaktif menangani pekerjaan kamu.
  3. Janjikan hadiah untuk diri sendiri.
    Jika kamu menyelesaikan tugas yang sulit tepat waktu, hadiahi diri kamu dengan membeli hal-hal yang kamu suka, seperti sepotong kue atau kopi dari kedai kopi favorit kamu. Dan pastikan kamu memperhatikan betapa enaknya menyelesaikan sesuatu.
  4. Mintalah pendapat orang terdekat sebagai opini pembanding.
    Dalam hal ini, kamu bisa bergabung dalam suatu komunitas belajar, yang mampu membantu kamu untuk mengingatkan perihal tugas yang harus kamu kerjakan. Jika kamu tidak memiliki siapapun untuk ditanyakan, aplikasi online seperti Procraster dapat membantu kamu memantau diri sendiri, yang bisa kamu download di gadget kamu.
  5. Act as you go
    Selesaikan tugas segera setelah tugas yang kamu punya muncul, daripada membiarkannya menumpuk di hari lain.
  6. Minimalkan gangguan
    Matikan media sosial kamu atau ubah mode hp kamu menjadi silent, dan hindari duduk di dekat televisi saat bekerja.
  7. Selesaikan tugas-tugas tersulit pada waktu produktifmu.
    Apakah kamu lebih baik bekerja di pagi atau sore hari? Identifikasi kapan waktu kamu yang paling efektif, dan lakukan tugas yang menurut kamu paling sulit saat ini.


Compassion sebagai Royal Santriyan

Lovian Inc memiliki nilai Compassion, Courage, dan Curiousity sebagai salah satu ciri khas Royal Santriyan atau seluruh anggota keluarga Lovian Inc.

Compassion — Kasih sayang. Setiap keluarga Lovian Inc memiliki rasa kepedulian satu sama lain atau bahkan kasih sayang kepada alam dan sekitarnya.

Curiosity — Keingintahuan. Rasa penasaran dan hasrat untuk mencoba akan menjadi pendorong untuk kita melangkah.

Dengan ketiga nilai tersebut, akan mendefinisikan sebuah pribadi yang memiliki jiwa Santun, Santri, Satriya, dan Semangat. Tidak ada yang salah dengan rasa cenderung ingin menunda, mungkin kamu memang perlu istirahat. Tapi jangan lupa untuk segera kembali memulai.

Jika kamu cenderung menunda tugas karena kamu menganggapnya berlebihan, cobalah memecahnya menjadi bagian yang lebih mudah dikelola. Atur tugas kamu menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan fokuslah untuk memulainya, daripada menyelesaikannya.

Karena sifat procrastinate ini adalah kebiasaan yang tidak mudah dihentikan dalam semalam. Kebiasaan hanya berhenti menjadi kebiasaan ketika kamu menghindari mempraktikkannya, jadi cobalah sebanyak mungkin strategi di atas untuk memberi diri kamu peluang terbaik untuk berhasil.

Source:

Mind Tools (2007). How to Stop Procrastinating Overcoming the Habit of Delaying Important Taskshttps://www.mindtools.com/pages/article/newHTE_96.htm

Wohl, M., Pychyl, T. and Bennett, S. (2010). ‘I Forgive Myself, Now I Can Study: How Self-Forgiveness for Procrastinating can Reduce Future Procrastination,’ Personality and Individual Differences, 48(7), 803–808.

Recent Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.