Lovian Inc

5 Tanda Kamu Telah Terkontaminasi Toxic Perfectionism

5 Tanda Kamu Telah Terkontaminasi Toxic Perfectionism

Lovian.inc – “Semua harus berakhir sempurna, semua harus berjalan seperti apa yang aku rencanakan kalau tidak, berarti aku gagal”

Suara itu mungkin selalu ada di kepala kamu yang memiliki sifat toxic perfectionism, karena sesuatu dianggap gagal apabila tidak memenuhi standar kamu yang sangat tinggi. Akibatnya kamu akan kehilangan kemampuan untuk memiliki empati terhadap diri sendiri yang dapat mengganggu arah tujuan hidup kamu yang sebenarnya. Karena kamu hanya fokus pada nilai yang telah dibangun dalam pikiran.

Psikolog klinis, Dr. Paul Hewitt dan Dr. Gordon Flett, telah melakukan penelitian mengenai toxic perfectionism, mereka mengidentifikasi tiga bentuk perfectionism yang berbeda:

  1. Berorientasi pada diri sendiri (keinginan untuk menjadi sempurna),
  2. Ditentukan secara sosial (keinginan untuk memenuhi harapan orang lain), dan
  3. Berorientasi pada orang lain (memegang orang lain pada standar yang tidak realistis).

Jika kamu telah melewati batas dari ambisi yang sehat kemudian menjadi toxic perfectionist, berikut ini tanda yang mungkin akan dirasakan oleh seorang toxic perfectionist :

  1. Menjadi seorang pem-bully kepada diri sendiri
    Seseorang yang memiliki sifat toxic perfectionism akan lebih mendengarkan suara dalam pikirannya, bahwa kamu tidak cukup baik. Ketika mengatakan pada diri sendiri bahwa “Aku telah berusaha sekuat tenaga”, namun di dalam pikiran seorang yang toxic perfectionist akan mengatakan “itu sama sekali bukanlah alasan.” Jadi ketika suara “Aku harus menjadi sempurna dalam hal apapun” lebih keras daripada “Tidak masalah aku gagal, aku telah berusaha maksimal” maka kamu sedang berurusan dengan toxic perfectionism.

  2. Menetapkan tujuan yang tidak masuk akal
    Sebagai contoh, seseorang menetapkan goals untuk mengurangi berat badan 5 kg dalam seminggu, kita tahu hal tersebut bahkan secara ilmiah tidak mungkin terjadi. Namun, hal tersebut menjadi pedoman yang ditetapkan untuk seorang toxic perfectionist karena mereka *harus* lebih baik dari orang lain dan goals tersebut pasti akan tercapai. Toxic perfectionism memberi tahu diri mereka bahwa mereka harus bersedia bekerja lebih keras, lebih menderita untuk kesuksesan tersebut dimana hal tersebut rata-rata tidak cukup baik.

  3. “Apa itu tidur nyenyak?”
    Memprioritaskan istirahat adalah kutukan bagi seseorang yang berjuang dengan toxic perfectionism. Setiap saat mereka tidak bekerja menuju tujuan adalah saat yang membuat mereka merasa bersalah. Tidur dan kebutuhan lain yang dimiliki setiap manusia, dipandang sebagai kelemahan yang entah bagaimana tidak pantas seorang toxic perfectionist dapatkan.

  4. Tidak mau disalahkan
    Toxic perfectionist sangat sadar tentang bagaimana persepsi orang lain terhadap mereka. Untuk seseorang yang menderita toxic perfectionist, ketika mereka disalahpahami maka hal tersebut tidak dapat ditoleransi. Kebanyakan dari mereka akan memiliki penyesalan terbesar, sehingga mereka merasa kewalahan dengan emosi karena mereka telah disalahpahami.

  5. Menghukum diri sendiri karena menjadi mayoritas
    Ketika melihat hal-hal yang dilakukan kebanyakan orang, seorang yang toxic perfectionist secara otomatis mengidentifikasi telah melakukan kinerja terbaik, atau mungkin memperkirakan bahwa seorang yang toxic perfectionist dapat atau seharusnya melakukan lebih baik daripada mayoritas orang. Sehingga seorang toxic perfectionist akan merasa bersalah ketika melakukan sesuatu yang baik-baik saja.

Tapi tahukah kamu, menjadi sempurna merupakan hal yang manusiawi, semua orang pernah mengalaminya. Bagaimanapun juga, kita hidup dalam masyarakat yang sangat kompetitif. Namun dibalik itu, dengan mengejar kesempurnaan tidak akan membawa kita ke mana-mana dengan cepat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi toxic perfectionism adalah dengan meninjau kembali apa sebenarnya kesempurnaan itu. Karena sesungguhnya tidak ada yang namanya kesempurnaan!

Semua orang yang tampak sempurna dari luar memiliki perjuangan dan rahasia masing-masing yang mereka sembunyikan. Kesempurnaan adalah tentang menjadi versi diri kamu yang paling otentik, dari waktu ke waktu dan hari ke hari.

Love Self & Others sebagai Prinsip The Lovian Way

Love Self & Others merupakan salah satu prinsip The Lovian Way yang mana untuk mencintai diri sendiri harus memiliki kebaikan passion for people, passion for wisdom dan passion for life. Meskipun pemikiran toxic perfectionism akan selalu ada, tetapi kita dapat mengubah seberapa banyak perhatian yang kita berikan.

Ketika kita membebaskan energi perfectionism yang menghabiskan semua itu, kita menciptakan lebih banyak ruang untuk belas kasih: untuk orang terdekat kita, dan yang lebih penting, untuk diri kita sendiri.

Sehingga penting untuk merefleksikan diri kita masing-masing bahwa it’s okay not know everythingStop listening to the negative inner critic, karena inilah yang penting untuk diingat: Kamu sempurna apa adanya.

Rewritten by LOVIAN.INC crew

Sources:

https://www.kevinmd.com/blog/2019/07/4-easy-ways-to-combat-toxic-perfectionism.html

https://thoughtcatalog.com/christine-stockton/2019/12/11-things-people-dont-realize-theyre-doing-because-of-toxic-perfectionism/

https://psychcentral.com/blog/self-empowerment/2019/11/obsessed-with-perfection-how-to-overcome-toxic-perfectionism-in-a-highly-competitive-world

Recent Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.